Loading...

SINOPSIS ANANDHI SABTU 22 APRIL 2017 PART 2 by. Sally Diandra "ANANDHI MEMBELA JAGDISH"

SINOPSIS ANANDHI SABTU 22 APRIL 2017 PART 2 by. Sally Diandra "ANANDHI MEMBELA JAGDISH"  Ira mencoba menyuapi sarapan untuk Sanchi, tapi Sanchi tidak mau makan “Semua makanan ini adalah kesukaanmu sayang”, “Tidak, semua kesukaanku sudah tidak ada lagi, aku tidak mau makan” sahut Sanchi, seluruh keluarga Shekar masuk ke kamar Sanchi “Kamu sudah memutuskan kalau kami tidak akan makan apapun kalau kamu juga tidak mau makan, jadi kami semua kesini dengan membawa sarapan kami” sahut Mahi “Sanchi, makanlah sedikit saja, kamu harus makan sesuatu bersama kami” Anandhi ikut menimpali “Sanchi, semua orang datang kesini untuk kamu” ujar Ira lagi, kakek kemudian mencoba menyuapi Sanchi dengan cara yang lucu tapi Sanchi tetap tidak mau makan, 

Shiv mengusap ngusap pundak Sanchi kemudian berlalu dari sana, kakek masih belum menyerah dan berusaha untuk menghibur Sanchi, akhirnya Sanchi tersenyum kecil, semua orang lalu menyuapinya satu per satu, dimulai dari kakek terlebih dulu, ketika Anandhi hendak menyuapi, Sanchi menggeleng “Aku tidak mau, kakak ipar ,,, aku tidak mau makan lagi sekarang, perutku sudah kenyang” Sanchi lalu memeluk kakeknya dan berkata “Aku telah merepotkan kalian semua bukan ?”, “Tidak semuanya ,,, kami semua akan merasa sedih melihat kamu seperti ini, ayoolah keluar, kalau kamu tidak mau keluar dengan yang lain, maka kakek akan berada disini, atau kakek dan cucunya akan jalan jalan keluar, aku ini kan masih muda” Sanchi tersenyum mendengarnya 


Dirumah Lal, Gangga sedang menyetrika bajunya Jagdish, saat itu Jagdish pulang dan berkata “Apa yang sedang kamu lakukan, Gangga ? Aku mau memberikannya pada tukang laundry”, “Bukan seperti itu, pak dokter ,,, kak Koyal tidak membiarkan aku melakukan pekerjaan apapun, jadi apapun yang aku lihat, aku mulai mengerjakannya” sahut Gangga “Kita tidak bisa merepotkan Lal dan Koyal lagi sekarang, kita akan pindah kerumah yang lain setelah kita menikah” Gangga menatap kearah Jagdish dengan perasaan bingung dan tidak percaya “Iyaaa ,,, aku sudah bicara dengan pendeta, kita akan menikah secara benar di kuil besok”, “Tapi karena pernikahan ini, banyak hubungan yang akan terluka, pak dokter ,,, ini tidak benar” Gangga masih belum siap untuk menikah dengan Jagdish 

“Bagiku pernikahan kita telah dilakukan ketika aku menaruh sindhoor di kepalamu, sekarang aku hanya ingin menyempurnakan ritual yang lain, dengan begitu kamu tidak akan bergetar lagi ketika aku menaruh sindhoor dikepalamu, sekarang ayah juga merestui kita berdua” Gangga merasa senang mendengarnya “Apakah kamu bertemu dengannya ?”, “Iyaa, ayah yang datang menemuiku dan aku mengatakan semuanya pada ayah, termasuk tentang pernikahan kita besok dan kamu tahu, ayah bilang apapun yang aku lakukan ini adalah benar, dia lalu memelukku dan memberikan restunya padaku” Gangga lalu teringat pada Sumitra, ibu Jagdish “Tapi ibumu tidak akan pernah menerima pernikahan kita”, “Tidak, itu butuh waktu tapi aku yakin restu semua orang akan bersama kita nanti dan aku sangat yakin akan hal itu” ujar Jagdsih 

Bhairon sedang bersama seluruh anggota keluarga, Basant memberitahunya tentang beberapa pekerjaan yang harus mereka kerjakan disore hari “Hari Navratri sedang berlangsung hari ini, pendeta mengundang kita ke kuil nanti malam”, “Kalau pendeta mengundang kita, maka kita harus pergi ke sana” sela nenek, 

Sementara itu teman teman Sanchi sedang berada dirumah Sanchi, Ira memberitahu mereka kalau Sanchi sedang tidak enak badan “Kami harus memperlakukannya seperti anak anak sekarang” ujar Ira “Lalu kami harus menyebutnya apa ?” teman teman Sanchi berusaha menggodanya, Sanchi masih terlihat gelisah dan menolak untuk mengatakan apapun, ketika teman teman Sanchi mulai banyak bicara, akhirnya Sanchi buka suara tentang Jagdish yang tidak mau menikah dengannya, kemudian Sanchi berlalu dari sana, teman teman Sanchi kaget dan ketika Ira memberitahu pada mereka, teman teman Sanchi marah, mereka bergegas menemui Sanchi dikamarnya 

Shiv sedang ngobrol dengan seseorang via telfon tentang persiapan beberapa berkas karena dia ingin Jagdish berada didalam penjara, saat itu Anandhi datang dan bertanya “Shiv, dengan siapa kamu bicara ?”, “Dengan pengacara, aku tidak bisa memaafkan Jagdish begitu saja atas apa yang telah dia perbuat” Anandhi tertegun “Apa yang coba kamu lakukan, Shiv ?”, 

“Aku akan melaporkan Jagdish ke polisi, aku akan membawanya ke ranah hukum, aku tidak bisa santai sampai aku melihat dia dihukum atas apa yang telah dia perbuat” gelas yang dipegang Anandhi langsung terjatuh, terlepas dari tangannya, Anandhi kaget mendengar ucapan Shiv “Shiv, kamu tidak bisa melakukan hal ini ,,, ibu, ayah, nenek dan semua orang akan sangat terluka nantinya”, “Lalu bagaimana dengan keluarga kita sendiri yang juga terluka setelah apa yang telah dia perbuat ?” bentak Shiv, 

Anandhi mencoba membela Jagdish “Shiv, apapun yang terjadi, itu karena keadaan saja, Jagdish tidak menyakiti siapapun”, “Bagaimana kamu bisa membelanya, Anandhi ? Pertama tama dia meninggalkan kamu untuk mendapatkan Gauri, kemudian dia meninggalkannya untuk kembali padamu” Shiv merasa heran “Aku setuju kalau dia telah melakukan kesalahan itu tapi Jagdish telah belajar dari kesalahannya” Shiv masih saja marah dan tidak percaya kalau istrinya malah membela Jagdish, orang yang telah menyakiti perasaan adik kandungnya 

“Kamu tidak bisa memaksa aku, Shiv ,,, aku tidak membela siapapun, aku hanya berusaha untuk memberitahu kamu kalau apapun yang terjadi itu karena keadaan, Jagdish melakukan semua ini untuk Sanchi dan kedua keluarga ini, dia merasa kalau Sanchi tidak akan bisa menyesuaikan diri di dalam rumahnya” Anandhi berusaha membuat suaminya mengerti 

“Dan dia baru menyadarinya beberapa hari sebelum hari pernikahannya ? Lalu dia berfikir apa yang harus dia lakukan ? Dia datang kesini lalu menolak menikah dengan Sanchi, kamu bisa melihat kan betapa terlukanya keluarga kita saat itu, hanya karena satu kata darinya ‘tidak’ dan kamu malah masih saja peduli padanya dan keluarganya ? Kamu benar benar mengejutkan aku, Anandhi” Anandhi tidak percaya dengan apa yang Shiv katakan 

“Aku mengkhawatirkan semua orang, Shiv ,,, kedua keluarga ini adalah keluargaku, dari awal Jagdish tidak pernah ingin menikah, tapi akhirnya dia setuju hanya untuk kebahagiaan kedua keluarga, dia sudah tahu dari dulu kalau dia dan Sanchi itu sangat berbeda, tapi dia mencoba untuk merubah dirinya sendiri tapi ternyata dia tidak bisa, apa yang dia dengar pada percakapan Sanchi dan teman temannya itu bukan hanya satu satunya alasan, sebelumnya juga begitu” Shiv langsung memotong ucapan Anandhi 

“Apa yang telah dia perbuat ? Sanchi telah berusaha sekeras mungkin untuk merubah dirinya, kamu sendiri juga bilang begitu kan ?”, “Iyaa aku memang berkata seperti itu pada waktu itu karena aku kira Sanchi telah berubah” Shiv tertegun “Pada waktu itu ? Apa maksudmu ? Apa kamu mencoba mengatakan kalau apa yang Sanchi lakukan itu hanya pura pura saja ?”, 

“Aku tidak bisa berkata seperti itu tapi beberapa kali aku menghadapi sebuah situasi yang menghentikan aku dari benar benar percaya kalau Sanchi telah berubah, aku merasa kalau Sanchi itu tidak jujur dengan hubungan ini seperti yang kita pikirkana” Shiv tertegun “Keanapa bisa seperti itu ?”, “Ada banyak hal” Anandhi kemudian menceritakan pada Shiv tentang Sanchi yang menyuap pendeta untuk menentukan tanggal pertunangan dan pernikahan sesuai dengan keinginannya, Shiv terkejut tidak percaya 

“Kalau itu benar, kenapa kamu tidak menceritakannya pada siapapun ? Kamu bisa kan bilang padaku”, “Aku sudah berfikir mau memberitahu kamu tapi Sanchi itu keluargaku juga sama seperti kamu, aku ingin memberikan kesempatan yang lain padanya” ujar Anandhi “Aku ingin bertanya sesuatu padamu dan aku harap kamu akan menjawabnya dengan penuh kejujuran, siapa yang menurutmu lebih pantas untuk Jagdish, Sanchi atau Gangga ?” Anandhi hanya terdiam “Jawab aku, Anandhi”, “Aku telah mengatakan hal ini dari awal tadi kalau Sanchi itu bukan pilihan yang tepat untuk Jagdish dan keluarganya” Shiv tertegun 

“Diskusi kita dan jawabanmu itu berarti kalau kamu selau menganggap Gangga adalah pilihan terbaik untuk Jagdish, seperti yang kamu katakan pendekatan Sanchi tidak tepat dan dia menyuap pendeta seperti yang sudah dikonfirmasinya padamu, kamu juga tahu kan seberapa besar Sanchi mencintai Jagdish tapi kamu tetap saja memilih diam bukannya memberitahu pada semua orang, kenapa Anandhi ? Kenapa kamu melakukan hal ini ? Sehingga keluarga kita dihina seperti ini atau untuk Sanchi sendiri hingga mencapai tingkatan batalnya pernikahan ini, kemudian dia benar benar jatuh dan tidak berdaya” Anandhi hanya terdiam 

“Mungkin apa yang ibu katakan itu benar, kalau kamu menginginkannya maka kamu bisa saja menghentikan semua ini agar tidak terjadi, tapi karena ada sejumlah alasan, kamu tetap saja memilih diam dan menonton semua sandiwara ini” Anandhi berusaha buka suara tapi Shiv sudah pergi meninggalkannya, Anandhi hanya bisa menangis SINOPSIS ANANDHI SABTU 22 APRIL 2017 PART 2 by. Sally Diandra "ANANDHI MEMBELA JAGDISH" 
Bagikan :
Comments
0 Comments
loading...
 
SINOPSIS ANANDHI SABTU 22 APRIL 2017 PART 2 by. Sally Diandra "ANANDHI MEMBELA JAGDISH"

Template By Kunci Dunia
Back To Top